Tentang cinta

Tentang cinta

Jika sudah menyangkut tentang cinta memang susah dipahami oleh orang. Banyak peribahasa dan perumpamaan cinta, seperti cinta itu buta atau cinta itu bisa membuat orang paling pintar menjadi paling bodoh. Sebenarnya tidak benar juga pernyataan diatas. Cinta tidak membutakan seseorang, orang masih bisa menilai dan memahami, tetapi kadang penilaiannya kalah dengan perasaannya. Cinta tidak membutakan tapi melumpuhkan logika. Sehingga, banyak orang yang tidak sampai berpikir kalau sudah dirudung cinta. Seperti, walaupun orang yang dicintainya pendek, gemuk, tidak cantik, dari segi fisik ada kekurangan, namun kalau sudah cinta. Apapun akan diberikannya, bahkan misalnya ada cowok ganteng, kaya, dan pintar mendekatinya pun akan ditolaknya demi laki-laki yang kita lihat saja seperti itu bentuknya. Hahaha…. Tapi begitulah cinta, akan kita bahas nanti kelebihan diciptakan tumpulnya logika karena cinta.

bahasa cinta 300x185 Tentang cinta

tentang cinta

 

Logika dan perasaan

Sistem kerja logika dengan perasaan itu berbeda, logika akan selalu mencari titik benar salah, kalkulasi dan hitung untung rugi. Sedangkan cinta posisinya di wilayah perasaan. Dalam perasaan akan mencari titik pas tidak pas, nyaman-tidak nyaman, enak, puas, senang sedih, dan sebaliknya kadang mengesampingkan kalkulasi dan hitung-hitungan. Banyak orang yang pecinta batu akik menyukai hobinya sampai keluar banyak duit tanpa berpikir lagi, itu cinta namanya.

Sistem perasaan

Bayangkan jika sistem perasaan ditabrak dengan menggunakan konsep logika, semua dipakai dengan menggunakan untung rugi. Maka di dunia ini kasihan sekali orang yang berwajah pas-pasan, berkantong dompet tipis, hahhhaha….. justru karena gak ada logika dalam cinta ini maka orang pada laku. Hehehehe

Tentang Cinta tidak ada logika

Jadi, karena tentang cinta tidak ada logika untuk menjeskan segala sesuatu, maka ketika adik saya sedang jatuh cinta, maka akan ku tanya, “kenapa kamu cinta dia?’ ketika dia bisa menjawab dengan penjelasan x, y, z misalnya. Karena dia cantik, karena dia kaya, karena dia pintar. Maka itu bukan cinta. Itu namanya kalkulasi. Ketika cinta karena cantiknya, dan setelah tidak cantik… maka akan banyak wanita yang lebih muda dan lebih cantik dari dia. Kalau karena kaya, maka begitu kekayaannya hilang, runtuhlah pula cintanya. Jadi itu bukan tentang cinta, itu mah kepentingan.

Cinta menjadikan setia

Maka, jika ada artis dangdut yang begitu suami nya tertangkap karena korupsi dan masuk penjara, terus mengajukan tuntutan cerai ke suaminya. Itu bukan cinta, itu karena wanita itu jelas mengejar hidup enak dari sang lelaki. Cinta itu ketika sang wanita yang mendampingi kekasihnya yang pecandu narkoba menjalani rehabilitasi, kekasih yang menunggui suaminya sakit kronis di rumah sakit. Cinta itu seperti seorang kekasih yang rela merawat seorang suami yang lumpuh bertahun-tahun diatas kamar bahkan untuk mandi dan buang kotoran pun dirawat sang istri. Itu cinta namanya! Cinta itu seperti seorang ibu yang merawat anaknya yang punya gangguan keterbelakangan mental dari kecil sampai tua, disuapin dimandikan.

Cinta itu diperlukan

Jadi, itulah kenapa cinta diperlukan tanpa ada logika. Bayangkan saja jika cinta menggunakan logika. Maka hukum dunia ini akan berantakan. Semua sudah diatur olehNya sedemikian rupa sehingga harmonis, begitu pula cinta.

Cinta bukan karena, tetapi melainkan

Jadi, jika ada orang mengatakan cinta karena x,y,z. yakinlah itu bukan cinta. Itu namanya kalkulasi. Kalau tidak percaya tanyakan kepada ibumu, kenapa dia mencintaimu. Pasti jawabannya karena kamu anaknya, tidak ada jawaban lain. Hahahahah…..

Begitu artikel tentang cinta dari kami, semoga bermanfaat

Posted in Dunia Psikologi | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *