Jika Musim Pete dan Jengkol Tiba

Jika Musim Petai dan Jengkol Tiba

Jika Musim Petai dan Jengkol Tiba

Saat-saat yang paling kutunggu adalah ketika musim pete dan jengkol. Jika musim pete dan jengkol tiba, kuingin rasa senang ini menular ke tetangga-tetangga di sekitarku.

petai 246x300 Jika Musim Pete dan Jengkol Tiba

petai dan jengkol

 

Perasaan senang harus dibagi dan kegembiraan mutlak dirasakan secara bersama-sama. Apalagi kepada tetangga sekitar, sudah begitu banyaknya dalih yang kusiapkan. Menghormati tetangga adalah sebuah kemuliaan, ‘belum lengkap iman kita jika terhadap tetangga tidak bisa bertenggang rasa’, ‘sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya’. Pendeknya, berbuat baik terhadap tetangga adalah sebuah keharusan.

Ketika saya diberikan rejeki Tuhan dengan berbuahnya pohon pete-ku, maka sudah menjadi kewajiban untuk saling berbagi bersama tetangga. Pete pun dibagikan. Kalau perlu kita makan bersama-sama. Lalapan, muluk, dan makan dalam satu nampan dengan posisi duduk melingkar. Wuah.. betapa nikmatnya!

“Ada dua hal yang penting, pemberian dan kebersamaan. Tahukah Anda dampak dari memberi? Hidup menjadi lebih berarti. Tahukah Anda dampak dari kebersamaan? Hidup menjadi lebih ringan dan bermakna. Itu saya dapatkan dua-duanya. Perasaan itu lebih nikmat daripada memakan pete atau jengkol itu sendiri. Jadi berdobel-dobel kesenangan bisa saya dapatkan.” Begitu kira-kira alasan yang harus kuberikan kepada siapa pun yang menanyakan alasan dari kebaikanku. Satu hal lagi yang bisa terselip di balik pemberian, perasaan bangga bahwa Kita ternyata sedang dalam posisi di atas daripada pihak lain.

Dalam berbagi, saya tidak peduli apakah dia juga menyukai pete atau tidak. Pokoknya harus mau menerimanya. Jika perlu pemaksaan berlaku demi kebaikan itu sendiri. Sehingga saya bisa memastikan bahwa mereka semua telah mendapatkannya. Tahukah Anda sebuah alasan kenapa buah jengkol dan pete ini dibagikan ke tetangga sekitar? adalah karena efek samping berupa bau busuk. Bisa dibayangkan jika buah ini kumakan sendiri, maka dirikulah nantinya yang akan menjadi satu-satunya tersangka.

Mereka akan menjadi begitu mudahnya menemukan siapa sebenarnya pelaku di balik semua kejahatan di kampungku. Diriku akan menjadi tertuduh, kemudian menjadi yang disalahkan, sehingga reputasi yang selama ini kubangun menjadi hancur karena kejahatanku. Jika pete dan jengkol itu dimakan bersama-sama, maka bau busuk itu menjadi milik siapa saja. Posisiku menjadi aman, sehingga bebas makan seberapa banyak, kemudian bebas untuk menjadi sebusuk-busuknya.

Misi utama sebenarnya adalah: Mari kita melakukan kejahatan secara bersama-sama, agar efek ‘siapa tertuduh’ itu bisa hilang. Tidak hanya kebaikan, bahkan kejahatan pun terkadang ditularkan dan saling mempengaruhi untuk bisa saling menguatkan. Namun parahnya, sering kejahatan itu ditularkan ke sesama secara diam-diam sehingga kita tidak menyadarinya. Bahkan bisa jadi kejahatan itu bersembunyi di balik motif berbuat baik.

Sebuah pemikiran untuk sesama

______________
(*) Sebenarnya yang terkadang membagi bukan saya tetapi orangtua. Saya yakin motifnya bukan demi membagikan kejahatan, karena didikan mereka jauh dari hal itu. Kolom diatas hanya sebuah gambaran untuk menjelaskan bahwa motif terkadang jauh berbeda dan tersembunyi dibalik sesuatu yang nampak.

 

artikel terkait: musim pete, pete dan jengkol, musim jengkol, menghormati tetangga, berbagi kesenangan,

 

Posted in artikel | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *