manajemen kurikulum, pengertian, organisasi dan aplikasinya

MANAJEMEN KURIKULUM

Pengertian Kurikulum

Paham terakhir  menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya,baik dilakukan di dalam sekolah maupun diluar sekolah.Pengalaman anak didik di sekolah dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan pendidikan antara lain: mengikuti pelajaran di kelas,praktik ketrampilan,latihan-latihan olahraga dan kesenian,dan kegiatan karya wisata atau praktik dalam laboratorium di sekolah.

manajemen pendidikan 300x170 manajemen kurikulum, pengertian, organisasi dan aplikasinya

manajemen kurikulum

 

Organisasi Kurikulum

Organisasi Kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada murid-murid.Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang Upelajaranberbeda pula(Prof.Dr.Nasution,80).

Integrated Curriculum

Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan mampu membentuk kepribadian murid yang integral,selaras dengan kehidupan sekitarnya,apa yang diajarkan di sekolah disesuaikan dengan kehidupan sekitarnya,apa yang diajarkan di sekolah disesuaikan dengan kehidupan  anak di luar sekolah,(Drs.S.Nasution,92).

Beberapa manfaat kurikulum yang integrated ini dapat disebutkan 5 sebagai berikut yaitu :

  1. Segala sesuatu yang dipelajari anak merupakan inti yang bertalian erat,bukan fakta yang terlepas satu sama lain.
  2. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar,murid dihadapkan kepada  masalah yang berarti dalam kehidupan mereka.
  3. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat.
  4. Aktivitas anak-anak meningkat karena dirangsang untuk berpikir sendiri dan bekerja sendiri,atau bekerja dengan kelompok
  5. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat,kesanggupan,dan kematangan murid.

Keberatan-keberatan yang dilontarakan orang kepada kurikulum yang integrated ini adalah

sebagai berikut:

  1. Guru-guru kita belum disiapkan untuk melaksanakan kurikulum ini.
  2. Kurikulum ini tidak mempunyai organisasi yang sistematis.
  3. Kurikulum ini memberatkan tugas guru.
  4. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum sebab tidak ada uniformitas di sekolah-sekolah satu sam lain.
  5. Anak-anak diragukan untuk bias diajak menentukan kurikulum.
  6. Pada umumnya kondisi sekolah masih kekurangan alat-alat untuk melaksanakan kurikulum ini.

 logo tut wuri handayani tentang manajemen pendidikan 286x300 manajemen kurikulum, pengertian, organisasi dan aplikasinya

Struktur Program Manajemen Kurikulum.

Untuk melengkapi pengertian kita mengenai organisasi kurikulum baiklah kita lanjutkan pembicaraan tersebut tentang struktur program kurikulum.

Dari beberapa sumber terutama Surat-Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Pembekuan Kurikulum misalnya:

No.008/C/D/1975 tentang Pembekuan Kurikulum SD.

No.008/D/U/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMP.

No.008/E/U/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMA.

Kegiatan-Kegiatan Manajemen Kurikulum

Kegiatan manajemen dititik beratkan pada usaha-usaha pembinaan situasi belajar-mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya.

Kegiatan manajemen kurikulum yang terpenting di sini dapat disebutkan dua hal yaitu:

  1. Kegiatan yang amat erat berkaitan dengan tugas guru.
  2. Kegiatan yang erat berkaitan dengan proses belajar-mengajar.

Menurut Drs.Ismed Syarif dkk.(1976:18-24)kegiatan dalam bidang kurikulum ini masih diperluas mengatur kegiatan bimbingan dan penyuluhan.

Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru,kegiatan meliputi:

1)      Pembagian tugas mengajar.

2)      Pembagian tugas/tanggung jawab dalam membina estra kulikuler

3)      Koordinasi penyusunan persiapan mengajar.

Yang dimaksud kegiatan estra kulikuler ialah kegiatan di luar ketentuan kulikuler ialah kegiatan di luar ketentuan kurikulum yang berlaku.Misalnya:Personi (Pekan olah raga dan kesenian),usaha kegiatan sekolah (USK),gerakan pendidikan pramuka.

Kegiatan yang berhubungan dengan proses pelaksanaan belajar-mengajar dibagi menjadi 6 yaitu: 

Kegiatan ini meliputi:

  1. Penyusunan jadwal pelajaran.
  2. Penyusunan program(rencana)berdasar satuan waktu tertentu (catur wulan, semesteran, Tahunan).
  3. Pengisian daftar kemajuan murid.
  4. Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar.
  5. Laporan hasil evaluasi.
  6. Kegiatan bimbingan penyuluhan.

 

1)      Penyusunan Jadwal Pelajaran :

Jadwal pelajaran berguna untuk mengetahui apa yang akan diajarkan pada waktu tertentu dalam suatu kelas.Jadwal dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Jadwal umum,menguat pengaturan pemberian mata pelajaran pada seluruh kelas dan menunjukkan pembagian waktu mengajar bagi seluruh guru di sekolah itu
  2. Jadwal khusus,kegiatanpemberian mata pelajaran yang hanya berlaku pada kelas dan hari tertentu,dibuat satu minggu,minggu berikutnya jadwal persis sama dengannya.

Menurut Drs.Abu Ahmadi (1975:73-74) penyusunan jadwal pelajaran harus memperhatikan  Beberapa hal:

a)      Antara mata pelajar satu dengan lainnya harus ada selingan agar tidak menjemukan.

b)      Pelajaran janagan terlalu lama (kelas I dan II SD)satu jam pelajaran 30 menit,kelas III-VI 35 menit dan sekolah lanjutan 45 menit.

Catatan :

Untuk satu mata pelajaran maksimum 2 jam pelajaran jika diberikan berurutan,

c)      Masing-masing mata pelajaran dicarikan waktu / saat yang sesuai,biasanya pelajaran yang banyak membutuhkan daya pikir dijadwalkan pada jam permulaan.

d)     Harus disediakan waktu istirahat agar murid tidak terlalu lelah.

e)      Jangan sampaik kegiatan di suatu kelas dapat mengganggu kegiatan di kelas sebelahnya.

f)       Untuk sekolah-sekolah yang kecil (murid sedikit) dapat diberikan kegiatan yang sama misalnya :olah raga,kesenian,dan sebagainya.

 

2)      Penyusunan Program:

Secara garis besar penyusunan program mengajar ini dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a)      Menghitung jumlah pokok bahasa yang tercantum dalam jangka waktu tertentu (semester,caturwulan).

b)      Menghitung jumlah sub-pokok bahasa untuk masing-masing pokok bahasa tersebut.

c)      Menghitung jumlah jam pelajaran (alokasi waktu) yang tersedia menurut kurikulum yang berlaku.

d)     Menghitung jumlah jam belajar efektif pada semester atau caturwulan yang bersangkutan  dengan cara melihat kalender akademik (kalender sekolah).

e)      Membagi (menempatkan)pokok-pokok bahasa dan pokok sub-bahasa disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

f)       Menyusun (merumuskan) Tujuan Instruksional khusus (TIK) untuk setiap pokok bahasa.

g)      Menentukan buku sumber/sumber bahan yang diperlukan.

h)      Menyusun satuan pelajaran,penyusunan satuan pelajaran ini dalam kurikulum tahun 1975 disebutkan harus menggunakan pendekatan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional  (PPS).

Penyusunan satuan pelajaran hendaklah dilakukan secara lengkap untuk satu jangka waktu tertentu (satu semester),dengan perencanaan yang matangguru memperoleh perencanaan yang matang dan hasil yang maksimal sesuai tugas dan program yang digariskan oleh kurikulum yang berlaku.

 

3)      Pengisian Dftar Kemajuan Siswa Kelas

Daftar kemajuan kelas dapat berupa buku,apabila sudah diisi guru yang bertugas pada kelas tertenti,maka orang lain akan mengetahui sejauh mana kemajuan jalannya pelajaran kelas itu.

Daftar kemajuan kelas akan memudahkan supervisinbagi kepala sekolahmengontrol perkembangan kelas sesuai ketentuankurikulum.Apabila ada guru mutasi daftar kemajuan kelas membantu memperjelas memperjelas bagi guru prngganti dapat berjalan terus dengan lancer.

4)      Menyelenggaraan Evaluasi Hasil Belajar(Achievement Test)

Evaluasi(penilaian) hasil belajar siswa merupakan salah satu kegiatan manajemen kurikulum,evaluasi berguna dn bertujuan untuk mendapatkan umpan balik(feed back)bagi guru sehingga dapat diketahui apakah guru masih harus memperbaiki atau tidak dalam kegiatan mengajar.

Bagi siswa hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan mereka dalam kegiatan belajar yang dilakukak.

Evaluasi belajar disekolah di bedakan atas:

a)    tesformatif:dilakukan setela satu pokok bahasan selesai dipelajari

b)   tesfurmatif:tes yang dilakukan setelah berlangsung dalam jangka waktu tertentu,misalnya satu semester selesai.

Tugas guru dalam menyelenggarakan evaluasi hasil belajar adalah:

1)      menyusun soal tes

2)      mengawasi jalannya tes

3)      mengoreksi jawaban siswa

Tes tertulis dibedakan dua bentuk yaitu tes assai(uraian) dan tes obyektif.

Ada lima bentuk tes obyektif:

a)      Pilihan ganda

b)      Benar salah

c)      Isian

d)     Menjodohkan

e)      Tes jawab singakat

 

5)      Laporan Hasil Evaluasi

Hasil evaluasi yang pertama kali mengetahui adalah guru,jagi guru adalah “tangan pertama”yang memegang data prestasi belajar dari anak didiknya biasanya berwujud angka(sekor) dan siap dilaporkan kepada puhak yang membutuhkan yaitu kepala sekolah dan orang tua atau wali.

 

6)      Kegiatan Bimbingan Dan Penyuruhan

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan biasanya dilakukan oleh guru BP(bimbingan  penyuruhan).Bp diberikan kepada siswa yang mengalami lambat belajar,kekurangan kemampuan,prestasi belajar rendah dan kelainan tingkah laku.

 

 

artikel terkait: manajemen pendidikan, manajemen kurikulum, pengertian kurikulum, organisasi kurikulum, guru kelas, tugas guru, kegiatan manajemen, evaluasi hasil belajar, kemajuan siswa kelas, penyusunan program, kegiatan belajar mengajar

 

Posted in dunia pendidikan | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *