Dua Sisi Tajam Pisau, sebuah perenungan diri

Dua Sisi Tajam Pisau, sebuah perenungan diri

Dua Sisi Tajam Pisau, sebuah perenungan diri

%name Dua Sisi Tajam Pisau, sebuah perenungan diri

dua sisi tajam pisau

Di restoran terkenal, terdapat sebuah pisau di ruang masak. Sang koki selalu menggunakan pisau tersebut untuk membantunya menciptakan masakan-masakan yang lezat. Memotong daging, merajang sayuran, mengiris-iris bahan. Di tangan koki terkenal ini, sang pisau menjadi hoki. Tanpa pisau ini, koki menjadi tidak percaya diri dengan kualitas masakannya. Namun, jika sang pisau ada di sampingnya, membantunya dalam memasak, maka akan tercipta masakan-masakan terhebat yang pernah diciptakannya.

Suatu hari, seorang pencuri masuk ke restoran tersebut. Karena ketahuan oleh penjaga, pencuri itu terdesak masuk ke ruang masak. Dua penjaga mengepungnya di ruang itu. Pencuri menjadi sangat ketakutan dan mulai muncul agresinya. Di dalam keterpojokan, pencuri melihat pisau sang koki itu ada di sampingnya, sementara di depannya ada dua penjaga yang gagah dan besar mengacungkan tongkat sambil mengancam akan menghajarnya. Spontan pisau dijangkau kemudian dikayuhkan ke penjaga yang satu hingga merobek perutnya. Penjaga yang satunya lagi kaget sambil memandangi temannya tanpa sadar bahwa pencuri itu mulai mengarahkan pisau ke lehernya. Di malam yang naas dua penjaga terbunuh.

————-

Yang ingin saya tekankan dari cerita di atas adalah bukan pada pencuri atau sang koki, melainkan pada pisaunya. Pisau tersebut, ditangan sang koki menjadi benda yang sangat bermanfaat untuk menciptakan karya-karya hebat. Namun, ditangan sang pencuri, menjadi begitu jahatnya hingga mampu membunuh dua orang. Pisau itu adalah sebuah alat, sarana, (instrument). Ia bisa menjadi jahat atau baik, tergantung dari siapa pemakainya. Oleh karena itu, kita sepakati dulu, bahwa sifat dasar instrumen adalah netral.

Di dalam hidup ini, terlalu banyak instrument yang menyertai perjalanan manusia. Motor dan mobil yang begitu berguna, tapi di tangan pemabuk ketika mengendarainya bisa menjadi bencana. Internet di tangan hacker jahat menjadi malapetaka.

Instrument menjadi kompleks dan berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Muncullah alat-alat baru yang bisa dimanfaatkan manusia untuk hal baik dan jahat. Diantaranya adalah situs jejaring sosial: Ditangan para penjahat, bisa digunakan untuk trafficking, penipuan, penghasutan, dan penculikan. Namun ditangan orang yang memanfaatkan demi kebaikan, bisa digunakan untuk bisnis, sarana berbagi ilmu, dan berinteraksi dengan saudara jauh.

Ada ibu yang begitu khawatir anak perempuannya menjadi pecandu situs jejaring sosial sehingga menjadikan si ibu cemas, ada perusahaan yang fasilitas tertentu di internet diblokir demi produktivitas karyawan, ada sebuah organisasi yang mengharamkan menggunakan suatu situs jejaring, karena menggeneralisasikan bahwa sebenarnya banyak mudhorotnya daripada manfaatnya.

Banyak pihak yang mulai bersemangat untuk menghadang sebuah instrument yang nyata sebagai pihak pasif.
Sebenarnya kitalah pihak yang aktif. Memiliki akal, kehendak, perasa, dan kemampuan bertindak. Manusia adalah mahluk yang dianugerahi kemampuan mempertimbangkan yang baik dan buruk, benar dan salah.

Sekarang malah lebih terkesan mengkambinghitamkan instrument tertentu daripada melihat untuk mengontrol diri. Saya jadi teringat pendidikan sewaktu kecil: anak kita terjatuh dari belajar berjalan, dan kita menyalahkan kodok. Ketika anak kita terbentur tembok, dan dihadapannya kita memukul tembok seraya berkata, “Tembok nakal !”

Ketika segalanya sudah dibiasakan untuk menyalahkan pihak luar dan tentu saja yang lebih mudah adalah pihak lemah dan pasif, kita tidak diajari untuk menjadi kuat. Kuat untuk menerima kenyataan bahwa diri kitalah yang bersalah. Kuat untuk menerima kenyataan bahwa sebenarnya diri kitalah yang harus dibenahi.

Sebuah pemikiran untuk sesama

 

artikel terkait: sikap, persepsi diri, dua sisi mata uang, dua sisi pisau, kontrol diri, instrument sikap

 

Posted in artikel | Tagged , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *