Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi

Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi

doa 300x216 Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi

Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi

Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi. Dalam artikel ini, saya mencoba memberikan pandangan terhadap doa seorang hamba kepada Illah-nya melalui sebuah analogi. Semoga dapat menjadi amal shaleh.

Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan.

Banyak dari kita yang sering merasa heran dengan cara Allah mengabulkan doa – doa yang dipanjatkan oleh hamba – hambanya, dan termasuk kita didalamnya. Terkadang kita sering dibuat iri oleh sebagian orang yang secara intensitas ibadah kurang atau bahkan bukan muslim akan tetapi begitu mudahnya semua ingin nya terkabul, sedangkan kita yang sudah dengan khusu dalam berdoa, tapi apa yang kita pinta tidak kunjung terkabul.

Dalam artikel ini, saya akan menganalogikannya dengan pengamen. Kita adalah pengamen nya sedangkan Allah adalah yang kita datangi dan memberikan uang.

Ada dua tipe pengamen yang menjadi bahasan kali ini. Pengamen yang berpenampilan; belum mandi, suaranya kurang enak, kondisinya mabuk. Dan seorang pengamen yang berpenampilan; rapi, sopan, suaranya merdu.

Jika, pengamen pertama datang menghampiri anda ketika anda sedang makan siang disebuah warung, secara logis, apa yang sekiranya anda lakukan? tentunya anda merasa terganggu dengan kehadirannya, sehingga anda akan segera mengeluarkan uang receh untuk membuat pengamen tersebut segera pergi dari hadapan anda. Namun jika pengamen kedua yang datang menghampiri anda ketika anda sedang makan diwarung, pastinya anda akan merasa sangat terhibur dengan kehadirannya, disaat makan di iringi oleh lantunan lagu – lagu dari suara merdunya, dan anda pun akan memintanya untuk menyanyikan lagu lebih dari satu lagu, bahkan mungkin satu album, dan dengan rela memberikan uang yang cukup besar.

Mungkin ketika kita sudah khusu dan taat dalam ibadah tapi tak kunjung diijabah, sepertinya Allah menginginkan mendengar merdunya kita berdoa dan berlama-lama, dan memberikan yang besar. Daripada ketika kita tidak taat dalam ibadah, Allah sepertinya kurang nyaman dengan kehadiran kita.

Semoga bahasa mengenai “Doa, dalam persepsi manusia melalui analogi” ini dapat menjadi tambahan ilmu buat kita semua, khususnya saya pribadi.

Link terkait; www.kasurlipat.com dan www.star-seprai.sofabedinoac.com

artikel terkait: analogi doa, persepsi doa, doa, khusyu’, tadharru’, doa mustajab, terkabulnya doa, ibadah, khusu, taat ibadah, memohon, memohon kepada Allah, kerendahan hati

Posted in artikel islami | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *