Bahasa Cinta. sebuah artikel tentang cinta

Bahasa Cinta. sebuah artikel tentang cinta

Bahasa Cinta. sebuah artikel tentang cinta

bahasa cinta 300x185 Bahasa Cinta. sebuah artikel tentang cinta

bahasa cinta

 

ada lima bahasa cinta yaitu, kata-kata yang menguatkan, kebersamaan, hadiah, sentuhan fisik, dan tindakan.

Hari Valentine tiba, berbondong-bondong orang segera memberikan coklat, bunga, dan hadiah kepada orang-orang yang dicintainya. Satu sama lain mulai mengungkapkan betapa mereka saling mencintai terhadap yang terkasih. Tua-muda, bahkan anak-anak, muda-mudi di sepenjuru dunia.

Sewaktu saya sedang duduk di depan laptop, betapa kagetnya disodori adikku coklat. Padahal dia yang masih belum layak masuk kelas TK ini tentu tidak paham arti dari sebuah valentine day. Dia hanyalah korban sistem. Ikut-ikutan nonton TV dan memodel apa yang ditontonnya. Kemudian, adikku itu memberiku hadiah coklat sebagai tanda bukti cinta.

Hari Valentine dikenal banyak orang sebagai hari kasih sayang. Di hari ini, begitu banyak orang mencoba mengungkapkan perasaan cintanya. Namun kenapa bahasa cinta di hari valentine itu hanya umum dilihat dengan sebuah pemberian coklat. Coba kita lihat, apakah bahasa cinta itu hanya sebuah pemberian? Ternyata tidak.

Dalam Psikologi Cinta, dikenal ada lima bentuk bagaimana kita bisa mengekspresikan cinta. Pertama, kata-kata yang menguatkan. Misalnya, “I love you honey!” kata seorang kepada pasangannya, kemudian sang kekasih itu berucap, “I love you too!”. Kita semua sering melihatnya di acara-acara TV karena bahasa cinta ini begitu mudah dilakukan. Cukup diucapkan saja. Anak-anak kecil juga sering mengucapkannya. Biasanya mereka yang tipe ekspresif cenderung bertipe ini. Sehingga, penafsiranku jelas ketika suatu saat adikku berucap, “Kakak kapan pulang? Aku kangen!” sebagai sebuah tanda bahwa dia mencintaiku.

Bahasa yang kedua, adalah kebersamaan. Seseorang tipe ini sangat mudah untuk menafsirkan bahasa cinta. “Cukup engkau berada di sampingku, itu sudah sebuah bukti bahwa dirimu mencintaiku!” sangat sederhana. Namun, jika dia mempunyai pasangan yang super sibuk sehingga tidak ada banyak waktu untuk bersama, maka orang tipe inilah yang mula-mula meragukan pasangannya mencintainya.

Itulah kenapa saya harus mondar-mandir tiap minggu pulang kampung agar bisa memenuhi bahasa cinta ibu saya. Dia memiliki bahasa cinta tipe kebersamaan. Baginya, aku cukup berada disampingnya dan tak perlu harus melakukan apa-apa, itu sudah cukup. Maka, orang tipe ini kurang cocok untuk LDR (long distance relationship/ relasi jarak jauh).

Ketiga, bahasa cinta hadiah. Nah, ternyata inilah yang banyak dilakukan di hari kasih sayang. Mereka saling memberi satu sama lain sebagai bukti bahwa mereka saling mencintai.

Bahasa cinta yang keempat adalah sentuhan fisik. Orang tipe ini sangat mementingkan arti dari sebuah dekapan, saling meremas tangan, pelukan, rangkulan. Sebagai sebuah catatan, jangan dilakukan bagi sepasang kekasih yang belum menikah. Jika anda adalah tipe ini, maka lebih baik percepatlah pemenuhan bahasa cinta dengan menikah.

Sedangkan bahasa cinta yang terakhir adalah bahasa cinta tindakan. Orang ini tidak perlu banyak kata-kata, dan seringkali menggunakan tindakan sebagai bukti rasa cintanya. Semula saya kaget, karena dari ayahku tidak pernah sekalipun dia mengucapkan kata cinta, tidak pernah peduli dengan kepulanganku, tidak pernah sama sekali memeluk, dan cuma selalu memerintah ini dan itu. Suatu saat ketika saya sakit hingga diopname, dialah yang semalaman tidak bisa tidur, paling ribut mengurusi ini dan itu, membelikan makanan (Hahaha…. Lucu untuk mengingatnya). Dialah yang sering memijit punggung ibu ketika sakit. Bahasa cinta tindakan sering menggunakan bentuk pelayanan sebagai perilaku cinta.

Tiap orang memiliki bahasa cinta yang tidak sama. Kelima bahasa cinta ini ada pada tiap orang, tetapi selalu saja ada satu (beberapa ada yang dua) tipe bahasa cinta yang dominan. Kekurang terpenuhi bahasa cinta yang dominan sering memunculkan konflik percintaan. Pahami bahasa cintamu dan pasanganmu! Karena ternyata hampir kebanyakan kehancuran rumah tangga dan pasangan adalah dari hasil tidak saling memahami bahasa cinta, sampai menimbulkan ketidakpuasan diantara kedua pihak, ketidakpuasan itu seringkali memicu konflik kecil. Lama-lama konflik memicu ketidaknyamanan dan konflik besar sehingga harus berakhir dengan perpisahan. Jadi antara kekasih harus saling mengkomunikasikan bahasa cinta. Agar komunikasi cinta dapat berjalan lancar dan harmonis.

Jadi, apa bahasa cintamu?

Sebuah pemikiran untuk sesama.

Diinspirasi dari smart family di smart fm.

 

artikel terkait: cinta, bahasa cinta, tentang cinta, macam-macam cinta, ekspresi cinta, kebersamaan, hadiah, sentuhan fisik, tindakan, kata yang menguatkan, hari valentine, valentine

 

Posted in dunia pendidikan | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *